Minggu, 13 Mei 2012

Perilaku Pelaku Bisnis : Etika dan Lingkungan

Perilaku Pelaku Bisnis
Etika dan Lingkungan
A. Lingkungan Bisnis yang mempengaruhi perilaku etis
Perilaku etis adalah perilaku yang sesuai dengan norma-norma sosial yang diterimasecaraumumterkaitdengantindakan yang benaratau yang baik. Perilakutidaketisadalahperilaku yang tidaksesuaidengannorma-normasosial yang diterimasecaraumumterkaitdengantindakan yang salahatau yang buruk. Etikabisnisadalahperilakuetisatautidaketis yang dilakukanolehpimpinan, manajer, karyawan, agen, atauperwakilansuatuperusahaan. Etikamanajerialadalahstandarperilaku yang memanduparamanajerdalampekerjaanmereka. TigaFaktorUtama Yang Mempengaruhiperilakuetis : 1. PerbedaanBudaya :Perilakubisnis orang Indonesia tentusajaberbedadengan orang Rusia, AmerikaSerikat, Afrika Selatan, ataupun orang India. Hal yang sama, orang Sundaberbedaperilakubisnisnyadengan orang Batak, Madura, atauJawa. Semuainidisebabkanolehadanyaperbedaanbudaya. 2. Pengetahuan :Semakinbanyakhal yang diketahuidansemakinbaikseseorangmemahamisuatusituasi, semakinbaik pula kesempatannyadalammembuatkeputusan-keputusan yang etis. Pemimpinbisnisharusmemilikipemecahanmasalahdansecaraaktifmencariinformasiterkaitisu-isupotensialmasalahetika, danbertindaksecaraefektifdantepatwaktu.Ketidaktahuanbukanlahalasan yang dapatditerimadalampandanganhukum, termasukmasalahetika. 3. PerilakuOrganisasi :Dasaretikabisnisadalahbersifatkesadaranetisdanmeliputistandar-standarperilaku. Banyakorganisasimenyadaribetulperlunyamenetapkanperaturan-peraturanperusahaanterkaitperilakudanmenyediakantenagapelatihuntukmemperkenalkandanmemberipemahamantentangpermasalahanetika. Perusahaan denganpraktek-prakteketika yang kuatmenetapkansuatucontoh yang baikuntukkaryawan. Untukmenghindaripelanggaranetika, banyakperusahaansecaraproaktifmengembangkan program-program yang merupakankombinasidaripelatihan, komunikasi, danvariasibeberapasumber, yang dirancanguntukmemperbaikiperilakuetikakaryawan. Faktor Yang MempengaruhiPerilakuBisnis a. Physical : Kualitas air danudara, keamanan b. Moral : Kebutuhanakankejujuran (fairness) dankeadilan(equity) c. Bad Judgment : Kesalahanoperasi, kompensasieksekuitf d. Activist Shareholders : Shareholders etis, konsumendan environmentalist e. Economic : Kelemahan, tekananutkbertahan f. Competition : Tekanan global g. Financial Malfeasance : Berbagaiskandalakuntansidankeuangan h. Governance Failures : Pengakuanthdartipenting good governance danisu-isuetika i. Accountability : Kebutuhanakantransparansi j. Synergy : Publikasi, perubahan-perubahanygberhasil k. Institutional Reinforcement : Hukum/UU baruutkmereformasipraktikbisnisdanprofesi B. Ketergantunganantarabisnisdanmasyarakat 1. EtikaTerhadapKaryawan Etikaterhadapkaryawanmeliputiperilakudalam proses perekrutan, pemecatan, upah, kondisikerja, privasi, danrespek : – Proses perekrutandanpemecatanterhadapseorangkaryawansecaraetisdanhukumharusdidasarkanataskinerjanya, apakahkinerjanyabaikatauburuk. Manajer Bank yang hanyamaumenerimakaryawandarietnistertentumenunjukkanperilakutidaketisdanmelawanhukum. Demikianjugapemberianupah yang berbedaterhadapduakaryawandengankinerja yang samamerupakanperilakutidaketisdanilegal. 2. EtikaTerhadapOrganisasi Baikkaryawanapalagimanajerdalamsuatuperusahaanharusmenjagaetikaorganisasidenganberperilakujujur, tidakmenyalahgunakanasetperusahaanuntukkepentinganpribadi, tidakmenjerumuskanperusahaanpadausaha-usaha yang beresiko, menghindarikonflikkepentingan, danmenjagarahasiaperusahaan.Kasus-kasustidaketisdanmelawanhukumantaralainmeliputiperilakumelakukan markup keuangan, menggelapkanuangnasabah, pemakaianteleponuntukinterlokalpribadi, ataumanipulasi jam kerja. 3. Konsumen Tanggungjawabperusahaanterhadapkonsumen, terkaitdengan : Hak-hakKonsumen Hakatasproduk yang aman Hakmengetahuiseluruhaspekproduk Hakuntuk di dengar Hakmemilihproduk yang disukai Hakmemperolehinformasipembelian yang benar Hakmemperolehpelayanan yang baik C. KepedulianPerilakuBisnisterhdapetika Corporate Social Responsibility (CSR )adalahsuatu moral yang baikdansangatpentingbagiduniausahasertabaikbagimasyarakat. Tanggungjawabsosialperusahaanmerupakankomitmenbisnisperusahaanterhadapkelompokdanindividudalamlingkungannya, yang meliputikonsumen, karyawan, investor, pemasok, dankomunitaslokal. Kedermawanan(filantropi)melibatkan sumbangan uang, waktu karyawan, atau sumber daya lain kepada berbagai penyebab, tanpa memandang manfaat langsung bagi perusahaan. • Berbeda dengan kedermawanan, Strategi CSR (oleh Michael Porter dan Mark Kramer), mencakup kontribusi sosial yang secara langsung melibatkan strategi bisnis perusahaan secara menyeluruh. Dengan kata lain, perusahaan membantu diri sendiri dan membantu masyarakat pada waktu yang sama. Strategi CSR lebih masuk akal dibanding kedermawanan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar